Banyak mitos berseliweran seputar
cegukan. Di antaranya, badan mau bertambah tinggi atau tanda kalau
sedang ada orang yang ngomongin kita. Semua itu jauh dari fakta.
Cegukan, atau bahasa medisnya singultus, adalah salah satu gejala tubuh
yang dapat ditelusuri dari sisi kesehatan.
Cegukan
terjadi karena adanya iritasi atau gangguan saraf phrenic (syaraf yang
berkaitan erat dengan diafragma). Saat itu terjadi, kinerja diafragma
untuk mengatur rongga dada ikutan terganggu. Jadi nggak ada tuh
kaitannya sama bertambah tinggi. Hehehe… Pemicunya bisa berbagai macam,
seperti makan dan minum terlalu banyak ataupun menelan terlalu cepat.
Saat
mengalami cegukan, jangan panik. Kita bisa meredakannya dengan cara
menahan nafas. Selain itu, minum segelas air juga bisa menjadi solusi
efektif. Tapi penting diingat, untuk nggak meminumnya dengan
terburu-buru dan juga jangan langsung banyak meneguknya. Ada juga sih,
kasus cegukan yang nggak bisa hilang sehingga membutuhkan penanganan
khusus oleh dokter. Biasanya, ini dilakukan kalau kita terus-terusan
cegukan selama 3 hari. Tisam – Foto: Istimewa
Sumber: http://www.gadis.co.id/gaul/ngobrol/fakta.cegukan/001/007/593

Tidak ada komentar:
Posting Komentar